Tampilkan postingan dengan label Indahnya Islam. Tampilkan semua postingan

Tampilkan postingan dengan label Indahnya Islam. Tampilkan semua postingan

Semoga ini Baik ^^

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ




Mungkin dari teman-teman sudah sering membaca atau mendengar cerita ini.. Maafkan, kalo aku akan menceritakannya kembali..


... "SEMOGA INI BAIK, IN SYAA ALLAH " ....

Dikisahkan, ada seorang raja yang setiap pergi berburu selalu ditemani oleh seorang sahabatnya yang terkenal dengan ketakwaan dan wirainya.
Tiap kali raja menemui sesuatu yang tidak mengenakkan, sahabatnya selalu berkata, “Semoga itu baik, in syaa Allah.” Kata-kata ini selalu diulang-ulanginya pada setiap kejadian yang secara dhahir adalah kejadian buruk.
Pada suatu hari saat sang raja berburu bersama sahabatnya ditemani oleh pengawalnya, jari raja terkena tombak dan terpotong. Darah pun mengucur. Si sahabat berkata, “Semoga itu baik, in syaa Allah.”
Raja marah dan memerintahkan pengawalnya untuk memenjarakannya. Saat pengawal ditanya, “Apa yang dikatakannya saat kalian menutup pintu penjara?” Pengawal menjawab, “Ia hanya mengatakan, ‘Semoga ini baik, in syaa Allah.”
Suatu ketika saat raja pergi berburu tanpa ditemani oleh sahabatnya, ia tersesat di hutan. Sedangkan di hutan tersebut terdapat suku yang menyembah berhala dan tiap tahun mengorbankan orang kepada berhalanya tersebut.
Raja pun ditangkap oleh suku tersebut. Namun, saat diperiksa didapati bahwa jari raja tidak lengkap. Mereka pun menolak mengorbankannya, sebab korban harus dalam kondisi yang sempurna. Raja lalu dilepas dan ia kembali ke istananya.
Akhirnya ia menyadari kebenaran ucapan sahabatnya. Sahabatnya pun dikeluarkan dari penjara. Raja bertanya, “Ketika engkau mengatakan, ‘Semoga itu baik, insya Allah.’ Saat jariku terpotong, aku menyadari bahwa kebaikan itu adalah aku tidak jadi disembelih untuk berhala karena fisikku tidak sempurna. Sekarang saat engkau dipenjara, apakah kebaikan itu?”
Ia menjawab, “Andaikata saat itu saya bersamamu, maka mereka akan menyembelih saya sebagai penggantimu.”
----oOo----

Banyak hal yg kita inginkan, banyak hal yg telah kita rencanakan dengan matang.. Namun, kadang hal-hal itu tdk berjalan sesuai dengan keinginan dan rencana kita..
Manusiawi sih.. awalnya kita merasa kecewa, merasa semua yg telah kita lakukan untuk mencapai rencana itu sia-sia.. 
Tapi percayalah,, setiap peristiwa dalam hidup kita, sekecil apapun itu udah direncanakan oleh Allah SWT..
Setiap peristiwa yg kita alami dalam hidup menyimpan suatu hikmah dan pelajaran yg Allah ingin ajarkan kepada kita..
Yups.. Allah punya caraNya sendiri untuk mengajari kita.. Yahh.. meskipun kadang kita baru "ngeehh" hikmahnya jauuh setelah peristiwanya lewat (hehehe)

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui" [Al Baqarah : 216]

So, Kalau kmu mendapatkan kejadian yg tidak menyenangkan, rencana yg telah kmu persiapkan dengan matang sebelumnya tidak berjalan dengan sempurna, maka katakanlah : "Semoga ini baik, In syaa Allah" ^^



Hanyaakudanduniaku.blogspot.com

Posted by
A Whole My World

More

Life is Hidup

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ


Life is not like a movie..



Yupz,, Bener banget..
Klo di film keliatannya hidup itu mudah..
Pemeran utama selalu orang yang baik hati lalu dia mengalami peristiwa yg sepertinya saling berkaitan.. Bertemu dengan orang-orang yang saling berhubungan juga.. Semua berjalan sesuai dengan skenario yang telah dibuat...
Tapi,,
Hidup sebenarnya bukanlah seperti itu..

Terkadang, banyak hal yang kita rencakan tidak berjalan sesuai dengan rencana..
Manusiawi kalo terkadang kita merasa kecewa karena hal itu..
Tapi,, come on..
Pasti ada hikmah dibalik ketidaksesuaian peristiwa yg telah kita rencanakan dengan matang..


Life is not like what we imagined



Klo ngomongin soal khayalan, pasti kalian pernah berkhayal tentang apa yang akan kalian lakukan di masa depan..
Tentang mau jadi apa kalian di masa depan..
Macem-macem deh khayalannya..
Tapi, terkadang apa yg kita khayalkan tentang hidup kita tidak sesuai dengan hidup yang kita jalani kan?
Move on guys,, jangan mau hidup dalam khayalan..

Life is Hidup..


Hidup itu indah meskipun di dalamnya ada sakit hati, kecewa, marah, benci, senang, sedih, bahagia..
Salah banget kalo ada yg berpendapat, Hidup itu hanya sekali makanya kita harus nikmati setiap detiknya dengan bersenang-senang..

Memang benar, hidup itu hanya sekali.. Tapi, Ingat! Ada kehidupan setelah kehidupan di dunia..
Kehidupan kekal di akhirat..
(kalo udh ngebahas yg satu ini, aq selalu ngerasa merinding, selalu ngerasa pengen nangis,, aq ga tau apa hidup aq selama ini sudah bisa menolong aqu di akhirat kelak.. Astagfirullah,,, )

Jangan sampai menyia-nyiakan waktu singkat yg diberikan kepada kita..
Hidup di dunia itu enak..
Kalo kita berbuat kesalahan atau sedang merasa kesusahan, kita bisa memperbaikinya esok dan meminta bantuan kepada orang lain..
Kalo udh di akhirat??
Beehhh... Jangan harap..
Kalo di sana tuh elo elo gue gue..
Kita sibuk dengan urusan kita sendiri,,

So, apapun kondisi hidup yang kalian (dan aku) jalani saat ini.. Tetaplah bersyukur, karna kita masih diberi nikmat hidup (dari pada ntr nikmat hidupnya diambil.. Astagfirullah)
Tetaplah jalani setiap detik peristiwa dalam hidup kita..
Tetap syukuri setiap saat kejadian-kejadian dalam hidup kita..


Yakin.. Kalo semua itu udah ada yang mengatur..
Sutradara terbaik, dengan skenario yang sempurna tanpa cacat..
Yakin.. Kalo dibalik setiap masalah yang kamu dan aq alami ini pasti ada jalan keluarnya..
Karena.. Semakin gelap malam, maka akan semakin dekat dengan pagi..

Memang ikhlas menerima hidup itu sulit,,
Tapi, kalo udh dicoba mungkin kesulitan itu akan sedikit berkurang..
So, What kind of life do you choose??
It's all your choice..

(✽^⌣^✽)(✽^⌣^✽)(✽^⌣^✽)


Hanyaakudanduniaku.blogspot.com
@cindhinouvie




Posted by
A Whole My World

More

Karena Ukuran Kita Tak Sama

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Karena Ukuran Kita Tak Sama
Oleh: Salim A. Fillah



***

Seperti sepatu yang kita pakai, tiap kaki memiliki ukurannya
memaksakan tapal kecil untuk telapak besar akan menyakiti
memaksakan sepatu besar untuk tapal kecil merepotkan
kaki-kaki yang nyaman dalam sepatunya akan berbaris rapi-rapi

***

Seorang lelaki tinggi besar berlari-lari di tengah padang. Siang itu, mentari seakan didekatkan hingga sejengkal. Pasir membara, ranting-ranting menyala dalam tiupan angin yang keras dan panas. Dan lelaki itu masih berlari-lari. Lelaki itu menutupi wajah dari pasir yang beterbangan dengan surbannya, mengejar dan menggiring seekor anak unta.

Di padang gembalaan tak jauh darinya, berdiri sebuah dangau pribadi berjendela. Sang pemilik, ’Utsman ibn ‘Affan, sedang beristirahat sambil melantun Al Quran, dengan menyanding air sejuk dan buah-buahan. Ketika melihat lelaki nan berlari-lari itu dan mengenalnya,

“Masya Allah” ’Utsman berseru, ”Bukankah itu Amirul Mukminin?!”

Ya, lelaki tinggi besar itu adalah ‘Umar ibn Al Khaththab.

”Ya Amirul Mukminin!” teriak ‘Utsman sekuat tenaga dari pintu dangaunya,

“Apa yang kau lakukan tengah angin ganas ini? Masuklah kemari!”

Dinding dangau di samping Utsman berderak keras diterpa angin yang deras.

”Seekor unta zakat terpisah dari kawanannya. Aku takut Allah akan menanyakannya padaku. Aku akan menangkapnya. Masuklah hai ‘Utsman!” ’Umar berteriak dari kejauhan. Suaranya bersiponggang menggema memenuhi lembah dan bukit di sekalian padang.

“Masuklah kemari!” seru ‘Utsman,“Akan kusuruh pembantuku menangkapnya untukmu!”.

”Tidak!”, balas ‘Umar, “Masuklah ‘Utsman! Masuklah!”

“Demi Allah, hai Amirul Mukminin, kemarilah, Insya Allah unta itu akan kita dapatkan kembali.“

“Tidak, ini tanggung jawabku. Masuklah engkau hai ‘Utsman, anginnya makin keras, badai pasirnya mengganas!”

Angin makin kencang membawa butiran pasir membara. ‘Utsman pun masuk dan menutup pintu dangaunya. Dia bersandar dibaliknya & bergumam,

”Demi Allah, benarlah Dia & RasulNya. Engkau memang bagai Musa. Seorang yang kuat lagi terpercaya.”

‘Umar memang bukan ‘Utsman. Pun juga sebaliknya. Mereka berbeda, dan masing-masing menjadi unik dengan watak khas yang dimiliki.

‘Umar, jagoan yang biasa bergulat di Ukazh, tumbuh di tengah bani Makhzum nan keras & bani Adi nan jantan, kini memimpin kaum mukminin. Sifat-sifat itu –keras, jantan, tegas, tanggungjawab & ringan tangan turun gelanggang – dibawa ‘Umar, menjadi ciri khas kepemimpinannya.

‘Utsman, lelaki pemalu, anak tersayang kabilahnya, datang dari keluarga bani ‘Umayyah yang kaya raya dan terbiasa hidup nyaman sentausa. ’Umar tahu itu. Maka tak dimintanya ‘Utsman ikut turun ke sengatan mentari bersamanya mengejar unta zakat yang melarikan diri. Tidak. Itu bukan kebiasaan ‘Utsman. Rasa malulah yang menjadi akhlaq cantiknya. Kehalusan budi perhiasannya. Kedermawanan yang jadi jiwanya. Andai ‘Utsman jadi menyuruh sahayanya mengejar unta zakat itu; sang budak pasti dibebaskan karena Allah & dibekalinya bertimbun dinar.

Itulah ‘Umar. Dan inilah ‘Utsman. Mereka berbeda.

Bagaimanapun, Anas ibn Malik bersaksi bahwa ‘Utsman berusaha keras meneladani sebagian perilaku mulia ‘Umar sejauh jangkauan dirinya. Hidup sederhana ketika menjabat sebagai Khalifah misalnya.

“Suatu hari aku melihat ‘Utsman berkhutbah di mimbar Nabi ShallaLlaahu ‘Alaihi wa Sallam di Masjid Nabawi,” kata Anas . “Aku menghitung tambalan di surban dan jubah ‘Utsman”, lanjut Anas, “Dan kutemukan tak kurang dari tiga puluh dua jahitan.”

***

Dalam Dekapan ukhuwah, kita punya ukuran-ukuran yang tak serupa. Kita memiliki latar belakang yang berlainan. Maka tindak utama yang harus kita punya adalah; jangan mengukur orang dengan baju kita sendiri, atau baju milik tokoh lain lagi.

Dalam dekapan ukhuwah setiap manusia tetaplah dirinya. Tak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapa yang ada dalam angannya.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat tulus pada saudara yang sedang diberi amanah memimpin umat. Tetapi jangan membebani dengan cara membandingkan dia terus-menerus kepada ‘Umar ibn ‘Abdul ‘Aziz.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat pada saudara yang tengah diamanahi kekayaan. Tetapi jangan membebaninya dengan cara menyebut-nyebut selalu kisah berinfaqnya ‘Abdurrahman ibn ‘Auf.

Dalam dekapan ukhuwah, berilah nasehat saudara yang dianugerahi ilmu. Tapi jangan membuatnya merasa berat dengan menuntutnya agar menjadi Zaid ibn Tsabit yang menguasai bahasa Ibrani dalam empat belas hari.

Sungguh tidak bijak menuntut seseorang untuk menjadi orang lain di zaman yang sama, apalagi menggugatnya agar tepat seperti tokoh lain pada masa yang berbeda. ‘Ali ibn Abi Thalib yang pernah diperlakukan begitu, punya jawaban yang telak dan lucu.

“Dulu di zaman khalifah Abu Bakar dan ‘Umar” kata lelaki kepada ‘Ali, “Keadaannya begitu tentram, damai dan penuh berkah. Mengapa di masa kekhalifahanmu, hai Amirul Mukminin, keadaanya begini kacau dan rusak?”

“Sebab,” kata ‘Ali sambil tersenyum, “Pada zaman Abu Bakar dan ‘Umar, rakyatnya seperti aku. Adapun di zamanku ini, rakyatnya seperti kamu!”

Dalam dekapan ukhuwah, segala kecemerlangan generasi Salaf memang ada untuk kita teladani. Tetapi caranya bukan menuntut orang lain berperilaku seperti halnya Abu Bakar, ‘Umar, “Utsman atau ‘Ali.

Sebagaimana Nabi tidak meminta Sa’d ibn Abi Waqqash melakukan peran Abu Bakar, fahamilah dalam-dalam tiap pribadi. Selebihnya jadikanlah diri kita sebagai orang paling berhak meneladani mereka. Tuntutlah diri untuk berperilaku sebagaimana para salafush shalih dan sesudah itu tak perlu sakit hati jika kawan-kawan lain tak mengikuti.

Sebab teladan yang masih menuntut sesama untuk juga menjadi teladan, akan kehilangan makna keteladanan itu sendiri. Maka jadilah kita teladan yang sunyi dalam dekapan ukhuwah.

Ialah teladan yang memahami bahwa masing-masing hati memiliki kecenderungannya, masing-masing badan memiliki pakaiannya dan masing-masing kaki mempunyai sepatunya. Teladan yang tak bersyarat dan sunyi akan membawa damai. Dalam damai pula keteladannya akan menjadi ikutan sepanjang masa.

Selanjutnya, kita harus belajar untuk menerima bahwa sudut pandang orang lain adalah juga sudut pandang yang absah. Sebagai sesama mukmin, perbedaan dalam hal-hal bukan asasi tak lagi terpisah sebagai “haq” dan “bathil”. Istilah yang tepat adalah “shawab” dan “khatha”.

Tempaan pengalaman yang tak serupa akan membuatnya lebih berlainan lagi antara satu dengan yang lain.

Seyakin-yakinnya kita dengan apa yang kita pahami, itu tidak seharusnya membuat kita terbutakan dari kebenaran yang lebih bercahaya.

Imam Asy Syafi’i pernah menyatakan hal ini dengan indah. “Pendapatku ini benar,” ujar beliau,”Tetapi mungkin mengandung kesalahan. Adapun pendapat orang lain itu salah, namun bisa jadi mengandung kebenaran.”

Sepenuh cinta,


Salim A. Fillah

Posted by
A Whole My World

More

Asal Muasal Setiap Muslim Menciumi Hajar Aswad

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya Nabi Ismail a.s membangun Kaabah banyak kekurangan yang didapati kala itu. Pada mulanya Kaabah itu tidak beratap dan tidak memiliki pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail a.s mengumpulkan dan mengangkut batu dari berbagai gunung.


Dalam sebuah kisah disebutkan ketika pembangunan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim merasa kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah.

Nabi Ibrahim berkata kepada Nabi Ismail, “Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai pertanda bagi manusia.”

Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba beliau dihampiri oleh malaikat Jibril a.s yang memberikan sebuah batu yang sangat bagus berwarna putih dan sangat bersih seperti tak bernoda.

Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ibrahim a.s. sangat senang melihat batu yang tampak begitu putih dan bagus, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?”

Nabi Ismail berkata, “Batu ini kuterima dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril a.s).”

Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. yang juga menciumi batu yang diperoleh dari malaikat ALLAH yang mulia Jibril a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu diciumi oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa saja yang bertawaf di Kaabah disunnahkan mencium Hajar Aswad. Beratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan isyarat lambaian tangan sahaja.

Ada riwayat menyatakan bahwa dulunya batu Hajar Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Kaabah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a’alam.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

“Hajar Aswad itu diturunkan dari Surga, warnanya lebih putih daripada susu, dandosa-dosa anak cucu adamlah yang menjadikannya hitam”

Apabila manusia mencium batu itu maka timbullah perasaan seolah-olah mencium seraya ciuman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ingatlah wahai saudara-saudaraku, Hajar Aswad itu merupakan tempat diperkenannya doa. Bagi yang ada kelapangan, berdoalah di sana, Insya Allah doanya akan dikabulkan oleh Allah. Jagalah hati kita sewaktu mencium Hajar Aswad supaya tidak menyekuutukan Allah, sebab tipu daya syaitan kuat di Tanah Suci Mekah.

Ingatlah perkataan Khalifah Umar bin Al-Khattab ketika beliau mencium batu itu (Hajar Aswad) : “Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah S.A.W menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukannya (mencium Hajar Aswad).”

(sumber : http://tausyah.wordpress.com)

Posted by
A Whole My World

More

Ayoooo Berqurban.. !!

"Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar.. laailahaaillahu wallahuakbar allahu akbar ...laailahaillah ilham"

Suara takbir terdengar bersahut-sahutan..
Tanda bagi umat muslim akan datangnya hari raya Idul Adha..
Hari raya idul adha atau hari raya Qurban merupakan hari raya kedua umat muslim setelah idul fitri.. Dan di hari idul adha ini umat muslim berlomba-lomba utk mendapatkan pahala sebesar-besarnya dengan berqurban..



Sebenarnya gimana sih asal mula diperingatinya hari raya idul adha atau hari raya qurban??

Inilah kisahnya..
Saat itu ketika sudah bertahun-tahun Nabi Ibrahim a.s. tidak mempunyai anak dari istrinya Siti Sarah, akhirnya Beliau diijinkan menikah dengan seorang budak bernama Siti Hajar dan melahirkan seorang anak bernama Ismail..

Sewaktu Nabi Ismail mencapai usia remajanya Nabi Ibrahim a.s. mendapat mimpi bahwa ia harus menyembelih Ismail puteranya. Dan mimpi seorang nabi adalah salah satu dari cara-cara turunnya wahyu Allah, maka perintah yang diterimanya dalam mimpi itu harus dilaksanakan oleh Nabi Ibrahim. Ia duduk sejurus termenung memikirkan ujian yang maha berat yang ia hadapi. Sebagai seorang ayah yang dikurniai seorang putera yang sejak puluhan tahun diharap-harapkan dan didambakan, seorang putera yang telah mencapai usia di mana jasa-jasanya sudah dapat dimanfaatkan oleh si ayah, seorang putera yang diharapkan menjadi pewarisnya dan penyampung kelangsungan keturunannya, tiba-tiba harus dijadikan qurban dan harus direnggut nyawa oleh tangan si ayah sendiri..

Maka berbincanglah Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Ismail. Siti Hajar berkata, “Mungkin mimpimu itu hanya mainan tidur saja tetapi kalau mimpi itu merupakan wahyu, wajiblah dituruti.” Apabila mendengar kata-kata ibunya, Ismail berkata kepada bapanya, “Ayahku, sekiranya ini merupakan wahyu dari Allah S.W.T., aku sedia merelakan diriku untuk disembelih.”

Setelah persetujuan dicapai, keesokan harinya Nabi Ibrahim pun membawa puteranya Ismail untuk disembelih. Perkara Nabi Ibrahim hendak menyembelih anaknya telah sampai kepada pengetahuan orang ramai. Hal ini membuat orang ramai takut sehingga ada yang mengatakan, “Nampaknya Nabi Ibrahim mungkin sudah gila hinggakan mahu menyembelih anaknya sendiri. Kalau kita biarkan perkara ini, nanti kitapun akan dibunuhnya.”

Walau apapun tuduhan orang terhadapnya, namun Nabi Ibrahim tetap menjalankan tugas yang diperintahkan oleh Allah S.W.T terhadapnya. Setelah Nabi Ibrahim dan anaknya Ismail sampai pada tempat yang dituju, berkatalah anaknya, “Wahai ayahku, aku fikir cara yang baik untuk menyembelih adalah dengan cara aku disembelih dalam keadaan menelungkup tapi mata ayah hendaklah ditutup. Kemudian ayah hendaklah tahu arah pedang yang tajam dan ayah kenakan tepat kepada leherku.”

Kemudian Nabi Ibrahim pun melaksanakan perintah yang Allah S.W.T perintahkan dalam mimpinya. Baginda pun mengucapkan kalimah atas nama Allah lalu memancungkan pedangnya pada leher anaknya itu. Maka terperciklah darah mengenai badan Nabi Ibrahim. Sebagai seorang manusia biasa, Nabi Ibrahim pun menggeletar dan membuka penutup matanya.

Tetapi alangkah terperanjatlah apabila melihat yang disembelihnya itu bukanlah anaknya melainkan seekor kibas. Dengan memuji kebesaran Allah S.W.T, kedua-duanya pun berpeluk-peluk sambil bersyukur kepada Tuhan kerana memberi kekuatan sehingga dapat melaksanakan amanat dari Allah S.W.T.

Sepeninggalan Nabi Ibrahim, iaitu sejak Siti Hajar melepaskan anaknya untuk disembelih oleh baginda, dia sentiasa menangis. Fikirannya bertambah runsing disebabkan diganggu oleh syaitan laknat yang mengatakan kononnya Nabi Ibrahim telah gila dan sebagainya.

Pada suatu hari, dari jauh Siti Hajar mendengar suara takbir memuhi-muji nama Allah, semakin lama semakin dekat dan akhirnya dapatlah Siti Hajar kenali bahawa suara itu adalah suara anaknya Ismail dan suaminya Nabi Ibrahim.

Maka dengan segera dia pergi mendapatkan anak dan suaminya sambil bersyukur kepada Allah S.W.T. kerana telab memberi kekuatan kepadanya sehingga dia sanggup membenarkan anaknya untuk disembelih.

Siti Hajar menangis bukanlah disebabkan marah kepada Nabi Ibrahim tetapi hanyalah menangis seorang ibu terhadap anaknya memandangkan dia adalah seorang wanita yang taat kepada Allah dan tidak mudah digoda oleh syaitan.

Peristiwa ini ada diterangkan dalan surah Ash-Shaffat ayat 101 hingga ayat 111

Itulah Kisah diperingatinya Hari raya Idul Adha..
Tapi, sebenarnya apa si yg dimaksud dengan Qurban dan Hukum Berqurban itu apa si??

Kata Qurban atau korban, berasal dari bahasa Arab qurban, diambil dari kata : qaruba (fi'il madhi) - yaqrabu (fi'il mudhari') - qurban wa qurbaanan (mashdar). Artinya, mendekati atau menghampiri (Matdawam, 1984).

Menurut istilah, qurban adalah segala sesuatu yang digunakan untuk mendekatkan diri kepada Allah baik berupa hewan sembelihan maupun yang lainnya (Ibrahim Anis et.al, 1972).

Qurban hukumnya sunnah, tidak wajib. Imam Malik, Asy Syafi'i, Abu Yusuf, Ishak bin Rahawaih, Ibnul Mundzir, Ibnu Hazm dan lainnya berkata, "Qurban itu hukumnya sunnah bagi orang yang mampu (kaya), bukan wajib, baik orang itu berada di kampung halamannya (muqim), dalam perjalanan (musafir), maupun dalam mengerjakan haji." (Matdawam, 1984)

Sebagian mujtahidin -seperti Abu Hanifah, Al Laits, Al Auza'i, dan sebagian pengikut Imam Malik- mengatakan qurban hukumnya wajib. Tapi pendapat ini dhaif (lemah) (Matdawam, 1984).

Dasar kesunnahan qurban
firman Allah SWT :
"Maka dirikan (kerjakan) shalat karena Tuhanmu, dan berqurbanlah." (TQS Al Kautsar : 2)
"Aku diperintahkan (diwajibkan) untuk menyembelih qurban, sedang qurban itu bagi kamu adalah sunnah." (HR. At Tirmidzi)
"Telah diwajibkan atasku (Nabi SAW) qurban dan ia tidak wajib atas kalian." (HR. Ad Daruquthni)

Namun, bagi orang yang mampu berqurban tapi tidak berqurban, hukumnya makruh. Sabda Nabi SAW :

"Barangsiapa yang mempunyai kemampuan tetapi ia tidak berqurban, maka janganlah sekali-kali ia menghampiri tempat shalat kami." (HR. Ahmad, Ibnu Majah, dan Al Hakim, dari Abu Hurairah RA. Menurut Imam Al Hakim, hadits ini shahih. Lihat Subulus Salam IV/91)

Sebenarnya, perintah berqurban itu sudah ada sejak zaman nabi Adam a.s.
Masih ingat dengan putra nabi Adam a.s. Habi dan Qabil??
Kalau ada yg lupa, berikut kisahnya..

Diceritakan Qabil dan Habil, keduanya adalah putra Adam as.
Qabil adalah seorang yang bermental buruk, selalu melakukan keburukan, dosa, tamak dan menentang kebenaran. Habil adalah saudaranya, seorang yang saleh, taqwa dan selalu berbuat kebenaran.

Nabi Adam as mempunyai anak yang masing-masing dilahirkan oleh istrinya kembar dua, terdiri dari laki-laki dan perempuan. Yang pertama, Qabil dengan saudari kembarnya perempuan, yang kedua Habil dengan saudari kembarnya. Adam ingin menjodohkan masing-masing anaknya secara bersilang. Qabil dengan saudari kembar Habil, dan Habil dengan saudari kembar Qabil. Kebetulan, saudari kembar Qabil adalah wanita cantik sehingga ketika Adam akan mengawinkannya dengan Habil, Qabil menolak dan menantang ayahnya dan berkata, `Saya lebih berhak memperistri saudari kembarku, sedangkan Habil lebih berhak memperistri saudari kembarnya. Bukanlah hal yang bersilang ini tidak lain hanyalah pendapatmu belaka!" Kemudian Adam memerintahkan kedua anak laki-lakinya melakukan kurban. Barang siapa yang kurbannya diterima akan dijodohkan dengan anak yang cantik (saudari kembar Qabil) itu. Ternyata, yang diterima Allah adalah qurban Habil. Turunlah api dari langit menyambar dan menelan kurban Habil, dan akhirnya timbullah rasa dengki terhadap adiknya, yang kemudian terjadi pembunuhan.

"Ceritakanlah kepada mereka kisah kedua putra Adam (Habil dan Qabil) menurut yang sebenarnya, ketika keduanya mempersembahkan kurban, maka diterima dari salah seorang dari mereka berdua (Habil) dan tidak diterima dari yang lain (Qabil). Ia berkata (Qabil), `Aku pasti membunuhmu.' Berkata Habil, `Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa. Sungguh kalau kamu menggerakkan tanganmu kepadaku untuk membunuhku, aku sekali-kali tidak akan menggerakkan tanganku kepadamu untuk membunuhmu, aku takut kepada Allah, Tuhan seru sekalian alam. Sesungguhnya aku ingin agar kamu kembali (membawa) dosa (membunuh)ku dan dosamu sendiri, maka kamu akan menjadi penghuni neraka, dan demikian itulah pembalasan bagi orang-orang zhalim.' Maka hawa nafsu Qabil menjadikannya menganggap mudah membunuh saudaranya, sebab itu dibunuhnyalah. Maka jadilah ia seorang di antara orang-orang yang merugi." (Qs. al-Maidah : 27-30)



Keutamaan dan Hikmah berqurban


Keutamaan berqurban :
Berqurban merupakan amal yang paling dicintai Allah SWT pada saat Idul Adh-ha. Sabda Nabi SAW :

"Tidak ada suatu amal anak Adam pada hari raya Qurban yang lebih dicintai Allah selain menyembelih qurban." (HR. At Tirmidzi) (Abdurrahman, 1990)

Berdasarkan hadits itu Imam Ahmad bin Hambal, Abuz Zanad, dan Ibnu Taimiyah berpendapat, "Menyembelih hewan pada hari raya Qurban, aqiqah (setelah mendapat anak), dan hadyu (ketika haji), lebih utama daripada shadaqah yang nilainya sama." (Al Jabari, 1994).

Tetesan darah hewan qurban akan memintakan ampun bagi setiap dosa orang yang berqurban. Sabda Nabi SAW :

"Hai Fathimah, bangunlah dan saksikanlah qurbanmu. Karena setiap tetes darahnya akan memohon ampunan dari setiap dosa yang telah kaulakukan.. ." (lihat Sayyid Sabiq, Fikih Sunnah XIII/165)

Hikmah Berqurban :

>> Sebagai sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT
>> Sebagai wujud rasa syukur atas kenikmatan yang diberikan Allah SWT
>> Sebagai bagian dari ibadah sosial ( berbuat baik terhadap sesama terutama kalangan fakir miskin )
>> Mengidupkan sunah nabi Ibrahim ,mengenang sejarahnya serta mengambil ibrah dari peristiwa tersebut
>> Mengikis sifat tamak dan mensuburkan sifat dermahan serta kecintaan untuk berqurban
>> Sebagai perwujudan bahwa Islam adalah agama rahmatal lil’alamin
>> Menghidupkan syi'ar Islam

Nah, setelah tahu asal mula, keutamaan dan hikmah berqurban..
Ayo,, tunggu apa lagi..??
buat kamu-kamu yang mampu Ayoo Berqurban...!!!

source : dari berbagai sumber

Posted by
A Whole My World

More

Selamat Lebaran ^^




Akhirnya...
Hari kemenangan bagi umat islam telah tiba..
Selamat Idul Fitri 1432 H
Mohon maaf lahir dan batin

Maaf yaa klo ada kata2 di Thread ane yang menyinggung agan-agan semuanya...

smoga ibadah qta selama sebulan berpuasa diterima oleh Allah SWT
dan qta bisa dipertemukan di Ramadhan selanjutnya..
AAMIIN...

Posted by
A Whole My World

More

Ahlan wa Sahlan ya Ramadhan



Marhaban Yaa Ramadhan..
Segala puji bagi Allah; Tuhan semesta alam, yang masih memberika kita kesempatan untuk bertemu kembali pada bulan yang suci, bulan yang penuh keberkahan.. Ramadhan..
Salawat dan salam atas Rasulullah saw, beserta keluarga dan sahabatnya dan mereka-mereka yang mengikuti jejak langkahnya hingga hari kiamat..

Kenapa Ramadhan menjadi bulan yang ditunggu-tunggu oleh kaum muslim?? Dalm Al Qur'an, Allah SWT berfirman :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمْ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa, sebagiamana telah diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian menjadi orang yang bertaqwa”. (Al-Baqoroh:183)


Bahwa bulan Ramadhan merupakan bulan yang agung dan mulia, dan memiliki banyak keutamaan dan keistimewaan, mengandung di dalamnya kebaikan dari Allah SWT, pahala dan ganjaran yang berlipat bagi mereka yang ingin mencarinya. Dalam atsar disebutkan:

أَيُّهَا النَّاسُ، قَدْ أَظَلَّكُمْ شَهْرٌ عَظِيْمٌ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ، شَهْرٌ فِيْهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ، جَعَلَ اللهُ صِيَامَهُ فَرِيْضَةٌ، وَقِيَامُ لَيْلِهِ تَطَوُّعًا، مَنْ تَقَرَّبَ فِيْهِ بِخَصْلَةٍ مِنَ الْخَيْرِ، كَانَ كَمَنْ أَدَّى فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَمَنْ أَدَّى فِيْهِ فَرِيْضَةً كَانَ كَمَنْ أَدَّى سَبْعِيْنَ فَرِيْضَةً فِيْمَا سِوَاهُ، وَهُوَ شَهْرُ الصَّبْرِ، وَالصَّبْرُ ثَوَابُهُ الْجَنَّةَ، وَشَهْرُ الْمُوَاسَاةِ، وَشَهْرٌ يُزْدَادُ فِيْهِ رِزْقُ الْمُؤْمِنِ، مَنْ فَطَّرَ فِيْهِ صَائِمًا كَانَ مَغْفِرَةً لِذُنُوْبِهِ وَعِتْقُ رَقَبَتِهِ مِنَ النَّارِ، وَكَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْتَقِصَ مِنْ أَجْرِهِ شَيْءٌ”، قَالُوا: لَيْسَ كُلُّنَا نَجِدُ مَا يُفْطِرُ الصَّائِمَ؟ فَقِيْلَ: يُعْطِي اللهُ هَذَا الثَّوَابَ مَنْ فَطَّرَ صَائِمًا عَلىَ تَمْرَةٍ، أَوْ شُرْبَةَ مَاءٍ، أَوْ مَذَقَةَ لَبَنٍ، وَهُوَ شَهْرٌ أَوَّلُهُ رَحْمَةٌ، وَأَوْسَطُهُ مَغْفِرَةٌ، وَآخِرُهُ عِتْقٌ مِنَ النَّارِ

Dari Salman Al-Farisi ra. berkata: “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam berkhutbah pada hari terakhir bulan Sya’ban: Wahai manusia telah datang kepada kalian bulan yang agung, bulan penuh berkah, didalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan. Allah menjadikan puasanya wajib, dan qiyamul lailnya sunnah. Siapa yang mendekatkan diri dengan kebaikan, maka seperti mendekatkan diri dengan kewajiban di bulan yang lain. Siapa yang melaksanakan kewajiban, maka seperti melaksanakan 70 kewajiban di bulan lain. Ramadhan adalah bulan kesabaran, dan kesabaran balasannya adalah surga. Bulan solidaritas, dan bulan ditambahkan rizki orang beriman. Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka diampuni dosanya dan dibebaskan dari api neraka dan mendapatkan pahala seperti orang orang yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi pahalanya sedikitpun ». kami berkata : »Wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam Tidak semua kita dapat memberi makan orang yang berpuasa ? ». Rasul shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:” Allah memberi pahala kepada orang yang memberi buka puasa walaupun dengan satu biji kurma atau seteguk air atau susu. Ramadhan adalah bulan dimana awalnya rahmat, tengahnya maghfirah dan akhirnya pembebasan dari api neraka
(HR Al-‘Uqaili, Ibnu Huzaimah, al-Baihaqi, al-Khatib dan al-Asbahani)

Dan diantara ibadah-ibadah yang dikhususkan dalam bulan Ramadhan adalah sebagai berikut:

1. Shaum (puasa)
yaitu menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa seperti makan dan minum, sebagaimana yang banyak diketahui, dan dengan menjaga anggota tubuh dari maksiat kepada Allah, dan jika tidak bagaimana mungkin dirinya merasa terawasi oleh Allah bagi siapa yang tidak takut kepada-Nya, dan tidak merasa adanya celaan pengawasan terhadap seseorang yang tidak ridha Allah:

مَن لم يَدَعْ قولَ الزُّورِ والعمَلَ بِهِ ، فَليسَ للهِ حاجة فِي أَن يَدَعَ طَعَامَهُ وشَرَابَهُ

“Barangsiapa yang tidak mampu meninggalkan ucapan kotor dan dia melakukannya maka Allah tidak membutuhkan darinya dalam meninggalkan makanan dan minuman”.

Dan hal tersebut dalam syair juga disebutkan:

إِذَا لَمْ يَكُنْ فِي السَّمْعِ مِنِّيْ تَصَامُمٌ وَفِي مَقْلَتِي غَضٌّ وَفِي مَنْطِقِي صُمْتٌ

فَحَظِّي إِذَنْ مِنْ صَوْمِي الْجُوْعُ وَالظَّمَاُ وَإِنْ قُلْتُ إِنِّي صُمْتُ يَوْمًا فَمَا صُمْتُ

Jika dalam pendengaran diriku tidak ada perbaikan

Dan dalam penglihatan tidak terjaga dan ucapan yang tidak terkontrol

Maka apa keuntunganku dari berpuasa menahan lapar dan haus

Sekalipun aku mengatakan saya sedang puasa maka pada hakikatnya aku tidak berpuasa

Bahwa ibadah puasa hadir untuk memberikan perasaan kepada manusia bahwa dirinya harus mencapai tingkat kemuliaan diatas dari kebutuhannya, meningkatkan derajatnya diatas tingkatan yang ada dharuri, memperkokoh nilai-nilai luhur terhadap nilai-nilai yang rendah. Dari Abu Hurairah berkata; nabi saw bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه

“Barangsiapa yang puasa karena iman dan berharap pahala dan ridha Allah, maka akan diampuni dosa-dosa yang telah lalu”.

2. Al-Qur’an turun dalam bulan Ramadhan


Allah mengkhusukan pada bulan yang agung ini dengan turunnya Al-Qur’an Al-Karim; Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Kami menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan”. (Al-Qodar:1) dan Al-Qur’an yang diturunkan Allah bertujuan untuk mengeluarkan manusia dari kegelapan menuju cahaya, Allah berfirman: “(ini adalah) kitab yang Kami turunkan kepadamu supaya kamu mengeluarkan manusia dari gelap gulita kepada cahaya terang benderang dengan izin Tuhan mereka, (yaitu) menuju jalan Tuhan yang Maha Perkasa lagi Maha Terpuji”. (Ibrahim:1). Sebagaimana Al-Qur’an juga membawa petunjuk seluruh manusia “Bulan Ramadhan adalah bulan diturunkan di dalamnya Al-Qur’an membawa petunjuk bagi manusia dan penjelasan dari petunjuk tersebut dan membawa Al-Furqan (pembeda antara yang hak dan yang bathil)”. (Al-Baqoroh:185)

3. Qiyam Al-Lail (shalat tarawih)

Dalam bulan ramadhan terdapat shalat qiyam lail, dan Allah menjadikannya ibadah sunnah bagi siapa yang berambisi mendapatkan ampunan Allah dari dosa-dosanya; dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah saw bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

”Barangsiapa yang melakukan qiyam Ramadhan karena iman dan berharap ridha Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

4. Lailatul Qodar (malam kemuliaan)

Dalam bulan Ramadhan juga terdapat lailatul Qodar yang memiliki nilai dan bobot lebih baik dari seribu bulan.. “Lailatul Qodar adalah lebih baik dari seribu bulan”. (Al-Qodar:3) dan bagi siapa yang melakukan qiyam pada lailatul Qodar maka akan dihapus atau diampuni dosa-dosanya.

وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِه

“Dan barangsiapa yang melakukan qiyam pada saat lailatul Qodar dengan iman dan berharap ridha Allah maka akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu”.

5. Al-I’tikaf

Dan pada malam 10 hari terakhir bulan ramadhan Rasulullah saw melakukan I’tikaf; dari Abdullah bin Umar ra, dia berkata: “Bahwa Rasulullah saw selalu I’tikaf pada malam 10 hari terakhir bulan Ramadhan”.

Puasa Merupakan Bekal Untuk Menghadapi Musuh


Dalam puasa merupakan sarana memperkokoh keinginan dan kehendak, memberikan pembinaan atas kesabaran, karena itu; orang yang berpuasa harus menahan rasa lapar walaupun dihadapan ada hidangan yang lezat; dan harus mampu menahan rasa haus walaupun dihadapannya ada air dingin nun menyegarkan; dan juga menahan nafsu syahwat sekalipun disampingnya ada istri yang halal nun jelita, padahal tidak ada yang melihat dirinya kecuali Allah, dan tidak ada yang memimpin dirinya kecuali dhamirnya (hatinya), serta tidak bersandar pada yang lain kecuali keinginannya yang kuat dan penuh kewaspadaan. Dan karena bulan Ramadhan mengajarkan kesabaran yang juga diberi julukan dengan demikian “Bulan Kesabaran” seperti yang disebutkan bahwa

لِكُلِّ شَيْءٍ زَكَاةٌ، وَزَكَاةُ الْجَسَدِ الصَّوْمُ، وَالصَّوْمُ نِصْفُ الصَّبْرِ

“Pada setiap sesuatu ada zakatnya, dan zakatnya tubuh adalah puasa, sedangkan puasa bagian dari kesabaran”.

Bahwa Islam bukan agama berserah diri dan malas; namun merupakan agama jihad dan usaha yang terus menerus, dan perangkat pertama dalam jihad adalah kesabaran dan keinginan yang kuat; karena itu jika seseorang tidak berusaha menjihadkan (memerangi) jiwanya, maka sungguh jauh, akan mampu memerangi musuhnya, dan barangsiapa yang tidak mampu mengalahkan jiwanya dan syahwatnya, maka sungguh jauh, dirinya akan mampu mengalahkan musuhnya, dan barangsiapa yang tidak mampu bersabar menahan rasa lapar dalam satu hari, maka sungguh jauh dirinya, bisa bersabar berpisah dengan keluarga dan negara demi meraih tujuan dan misi besar.

Puasa terdapat di dalamnya kesabaran dan usaha menghancurkan jiwa; dan diantara sarana Islam dalam mempersiapkan orang beriman yang memiliki sifat sabar dan penuh jiwa pejuang adalah yang mampu mengemban rasa haus, lapar dan hawa nafsu, menerima dengan riang gembira akan rasa letih, sederhana dan kerasnya hidup, selama hal tersebut berada di jalan Allah.

Wahai Umat Islam…

Bahwa Ramadhan merupakan salah satu bentuk ketaatan yang agung, dan pameran yang menakjubkan akan perniagaan ukhrawi, dan ibadah-ibadah ini akan menjadi waktu-waktu yang indah, masa-masa yang mengasyikkan, dan hari-hari dan malam yang penuh dengan hiasan; karena ketaatan merupakan waktu yang indah; yaitu pada bulan yang paling indah ini dan ganjaranpun disisi Allah sangat besar dan berlimpah; karena itulah hendaknya setiap muslim bersungguh-sungguh memanfaatkan waktu yang agung ini dan menerimanya dengan taubat yang nusuh (sebenarnya) dan niat yang benar untuk ketaatan, dan keinginan yang kuat, himmah aliyah (semangat yang bergelora) untuk melanjutkan ketaatan hingga akhir ramadhan; sehingga menjadi orang yang ditulis oleh Allah terbebas dari api neraka, dan perbanyaklah di dalamnya amalan-amalan kebaikan sebagaimana yang disebutkan dalam atsar:

وَاسْتَكْثَرُوا فِيْهِ مِنْ أَرْبَعِ خِصَالٍ: خَصْلَتَيْنِ تَرْضَوْنَ بِهِمَا رَبَّكُمْ، وَخَصْلَتَيْنِ لاَ غَنِى بِكُمْ عَنْهُمَا، فَأَمَّا الْخَصْلَتَانِ الَّلتَانِ تَرْضَوْنَ بِهِِمَا رَبَّكُمْ: فَشَهَادَةُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ، وَتَسْتَْغْفِرُوْنَهُ، وَأَمَّا الَّلتَانِ لاَ غَنِى بِكُمْ عَنْهُمَا: فَتَسْأَلُوْنَ اللهَ الْجَنَّةَ، وَتَعُوْذُوْنَ بِهِ مِنَ النَّارِ

“Oleh karena itu banyakkanlah yang empat perkara di bulan Ramadhan; dua perkara untuk mendatangkan keridhaan Tuhanmu, dan dua perkara lagi kamu sangat menghajatinya; Dua perkara yang pertama ialah mengakui dengan sesungguhnya bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan mohon ampun kepada-Nya . Dua perkara yang kamu sangat memerlukannya ialah mohon surga dan perlindungan dari neraka.”

Perbanyaklah tilawah Al-Qur’an Al-Karim; karena bulan Ramahdan adalah bulan Al-Qur’an, di dalamnya Al-Qur’an diturunkan, dan di dalamnya pula Jibril datang kepada nabi saw; mengajarinya dan menelaahnya bersama Rasulullah saw; sampai pada tahun di dalamnya Rasulullah saw wafat, Jibril melakukannya sebanyak dua kali.

Dan seorang muslim hendaknya berambisi dalam memperbanyak sedekah dan mengasihi orang-orang fakir dan miskin dan berbuat baik kepada mereka dan memberi sesuatu dari nikmat yang Allah anugrahkan kepadanya; karena bulan ini disebut juga dengan bulan meningkatnya nilai-nilai ruhiyah (spiritual) daripada nilai-nilai madiyah (material), dan menjadi sarana peleburan akan kehidupan dunia yang melekat dalam jiwa sehingga dihempaskan kebelakang pundaknya, dan memberikan manfaat –pada sisi lain- sepanjang waktu baik pagi maupun sore hari.

Allah SWT melipat gandakan pahala dan ganjaran bagi orang-orang yang bersedekah, dan membalaskan ganjaran kepada mereka yang memberi terhadap hamba-hamba yang membutuhkan dan ternyuh hatinya terhadap anak-anak yatim dan para janda, mereka terbiasa memiliki sifat dermawan dan sifat memberi seperti halnya nabi saw; yang memiliki sifat dermawan dan kasih sayang dan bahkan seperti sifat memberi dan ringan tangan, dan nabi saw manusia paling dermawan jiwanya pada bulan ramadhan saat jibril mentadarruskan Al-Qur’an kepadanya; dari Ibnu Abbas berkata:

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَجْوَدَ النَّاسِ بِالْخَيْرِ ، وَكَانَ أَجْوَدَ مَا يَكُونُ فِى رَمَضَانَ حِينَ يَلْقَاهُ جَبْرَيلُ عَلَيْهِ السَّلاَمُ ، وَكَانَ جَبْرَيلُ يَلْقَاهُ كُلَّ لَيْلَةٍ فِى رَمَضَانَ حَتَّى يَنْسَلِخَ يَعْرِضُ عَلَيْهِ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- الْقُرْآنَ. فَإِذَا لَقِيَهُ جَبْرَيلُ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَجْوَدَ بِالْخَيْرِ مِنَ الرِّيحِ الْمُرْسَلَةِ

“Nabi saw merupakan manusia paling dermawan dalam kebaikan terhadap manusia, dan lebih dermawan lagi jiwa pada bulan Ramadhan, ketika bertemu dengan Jibril, dan Jibril selalu menjumpainya pada malam bulan Ramadhan sehingga beliau meninggal, mengajarkan kepadanya Al-Qur’an, dan ketika jibril menjumpainya kedermawanannya tampak lebih daripada angin yang bertiup”.

Bersungguh-sungguh jugalah wahai umat Islam menjalin silaturrahim, saling berkasih sayang, saling berziarah dan saling mengasihi sesama kerabat dan tetangga, berbuat baik antara sesama orang yang beriman, menghilangkan perselisihan dan permusuhan, dan membersihkan hati dari kedengkian dan kebencian:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ فَأَصْلِحُوا بَيْنَ أَخَوَيْكُمْ وَاتَّقُوا اللَّهَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Sesungguhnya hanyalah orang-orang beriman yang bersaudara, karena itu perbaikilah hubungan dua saudara diantara kalian dan bertaqwalah kepada Allah agar kalian diberikan rahmat”. (Al-Hujurat:10)

dan Allah berfirman:

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالإِيمَانِ وَلا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلاً لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

“Ya Rabb Kami, beri ampunlah Kami dan saudara-saudara Kami yang telah beriman lebih dulu dari Kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati Kami terhadap orang-orang yang beriman; Ya Rabb Kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang.” (Al-Hasyr:10)

Dan dalam syair disebutkan:

أَتَى رَمَضَانُ مَزْرَعَةً الْعِبَادِ لِتَطْهِيْرِ الْقُلُوْبِ مِنَ الْفَسَادِ

فَأَدِّ حُقُوْقَهَ قْوَلاً وَفِعْلاً وَزَادَكَ فَاتَّخِذْهُ لِلْمَعَادِ

فَمَنْ زَرَعَ الْحُبُوْبَ وَمَا سَقَاهَا تَأَوَّهَ نَادِمًا يَوْمَ الْحِصَادِ

Ramadhan telah tiba sebagai bulan panen bagi setiap hamba

Untuk membersihkan hati dari berbagai kerusakan dan dosa

Maka dari itu tunaikanlah hak-haknya; baik ucapan dan perbuatan

Dan carilah bekalmu untuk hari depan; ambil dan perbanyaklah

Bagi siapa yang menanam benih namun tidak menyiraminya

Niscaya akan menyesal disaat hari panen

Tahniah Untuk Dunia Islam

Kami sampaikan selamat kepada dunia Islam seluruhnya dengan kehadiran bulan suci Ramadhan yang penuh berkah, dan kami berharap dan memohon kepada Allah agar dijadikan hilal bulan ini dengan kebaikan, keberkahan dan persatuan bagi umat Islam, kemenangan dan dukungan dari Allah terhadap mereka, sebagaimana kita harus bersimpuh dihadapan Allah agar diikatkan hati-hati kita dengan ikhwan-ikhwan para mujahidin di berbagai tempat mereka berada, melepaskan belenggu yang mengikat mereka dan membebaskan mereka dari penjara.

Memberikan pesan kepada dunia seluruhnya untuk berusaha melepaskan blockade atas bangsa Palestina sehingga mereka dapat menikmati kebebasan dan mendapatkan apa yang mereka butuhkan dari kebutuhan hidup pada bulan yang penuh berkah ini.

Adapun ikhwan-ikhwan kita yang berada di penjara penjajah dan orang-orang zhalim kami sampaikan kepada mereka dan keluarga mereka; selamat dengan kedatangan bulan kesabaran ini, dan kami sampaikan kepada mereka: bersabarlah.. karena kekejian orang-orang zhalim pasti akan pergi sementera fajar Islam pasti akan datang; cahayanya akan bersinar di ufuk dan hal tersebut tidak langgeng kecuali dengan sabar sesaat

وَيَوْمَئِذٍ يَفْرَحُ الْمُؤْمِنُونَ. بِنَصْرِ اللَّهِ يَنصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ

“Dan di hari (kemenangan bangsa Rumawi) itu bergembiralah orang-orang yang beriman, karena pertolongan Allah. Dia menolong siapa yang dikehendakiNya. dan Dialah Maha Perkasa lagi Penyayang”. (Ar-Ruum:4-5)

Allah Maha Besar dan segala puji bagi Allah.. dan salawat dan salam atas nabi kita, Muhammad saw, beserta keluarga dan sahabatnya.

(sumber : http://www.al-ikhwan.net/beberapa-keutamaan-bulan-ramadhan-527/)

Posted by
A Whole My World

More

C.I.N.T.A (^^,)


Dahulu kala, ada sebuah pulau kecil dengan berbagai macam kehidupan. Kebahagiaan, Kesedihan, Pengetahuan, dan Cinta, serta Emosi-Emosi yang lain, tinggal di pulau ini.

Suatu hari, Emosi mengetahui bahwa pulau itu akan tenggelam. Setiap orang kemudian bersiap-siap untuk meninggalkan pulau itu, kecuali Cinta. Cinta bersikeras bahwa dia akan tinggal di pulau itu hingga menit terakhir.


Beberapa hari kemudian, ketika pulau itu hampir tenggelam, Cinta berpikirkan untuk meminta bantuan. Pada saat itu, ia melihat Kekayaan lewat dengan sebuah kapal besar.

Cinta bertanya: "Kekayaan, maukah Anda membawa saya bersama Anda?" Kekayaan berkata: "Tidak, kapalku penuh dengan emas, perak dan harta lainnya. Tidak ada ruang untuk Anda." Lalu Cinta melihat Kesombongan sedang di atas sebuah kapal yang sangat megah dan bertanya: "Kesombongan, tolong bantu saya! "


Kesombongan berkata: "Saya tidak bisa membantu Anda. Anda basah kuyup dan dan hanya akan mengotori kapal saya yang indah. "

Ketika Kesedihan lewat, Cinta meminta bantuan: "Kesedihan, biarkan saya pergi dengan Anda." "Oh, saya sangat sangat sedih, saya hanya ingin sendirian!" jawab Kesedihan.

Ketika Kebahagiaan lewat, karena terlalu gembira, ia tidak mendengar saat Cinta memanggilnya minta tolong. Tiba-tiba, sebuah suara memanggil: "Kemarilah, Cinta. Saya akan membawa Anda bersama saya.” Dia adalah seorang bapak tua. Cinta sangat bersuka cita karena harapannya terwujud hingga lupa untuk menanyakan nama orang tua tersebut. Ketika mereka sampai di darat, orang tua itu telah pergi.

Cinta sangat berterima kasih dan bertanya kepada orang tua yang lain siapa nama orang tua yang telah menyelamatkan dirinya tadi. "Namanya adalah Waktu," Pengetahuan menjawab. "Waktu?" Cinta bertanya, "Mengapa Waktu berkehendak untuk menolong saya?"

Pengetahuan tersenyum: "Itu karena hanyalah Waktu, satu-satunya yang dapat memahami betapa besarnya Cinta itu”.

(Di Posting Oleh : BaoYuan 粱寶榞 sumber : http://ceceem.blogspot.com/2010/05/cerita-cinta-dan-waktu.html)

Kwand, dalam tulisan Salim A Fillah menyatakan bahwa, CINTA, SEBUAH KATA KERJA.

Erich Fromm mengatakan, ”Cinta merupakan seni.”, tulisannya dalam ”The Art of Loving”, ”Maka cinta memerlukan pengetahuan dan perjuangan. Sayang, pada masa ini cinta lebih merupakan masalah dicintai (to be loved), bukan mencintai (to love) atau kemampuan untuk mencintai.

Persoalan cinta hanya sebatas keinginan semu, keinginan duniawi saja. Bagaimana cara kita bisa memiliki seseorang yg kita kagumi..

Dari Anas bin Malik ra berkata: Nabi Muhammad saw bersabda: “Seseorang tidak akan pernah mendapatkan manisnya iman sehingga ia mencintai seseorang, tidak mencintainya kecuali karena Allah; sehingga ia dilemparkan ke dalam api lebih ia sukai daripada kembali kepada kekufuran setelah Allah selamatkan darinya; dan sehingga Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selainnya.” (Imam Al Bukhari).



Dari Hadist disampaikan bahwa kita jangan mencintai seseorang melebihi cinta kita kepada Allah.. Pahamilah kwand, begitu banyak kasih sayang yang diberikan Allah kpd kita.. tubuh kita, alam semesta, pohon, hewan, dsb. Itulah bukti cinta Allah kepada kita
Tapi, apakah kita sudah menempatkan cinta kita yg no 1 hanya kpd Allah??

Firman Allah :“Katakanlah :’Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, adalah lebih kamu cintai daripada Allah dan RasulNya dan (dari) berjihad di jalanNya, maka tunggulah sampai Allah mendatangkan keputusanNya. Dan Allah tidak memberi pettunjuk kepada orang-orang fasik”. (QS.9:24)

Kwand, Jadikan Allah sbgai prioritas tertinggi cinta kita melebihi rasa cinta kita kepada sesama makhluk Allah. Bahkan kepada anak dan orang tua, tetap Allah dan Rasul-Nya harus lebih dicintai. Apalagi hanya cinta kepada seorang pacar yang belum ada ikatan hukum sama sekali dalam pandangan agama. Jangan sampai melebihi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Salah satunya tidak melanggar perintah Allah dan Rasul-Nya demi cinta kepada kekasihnya. Seperti mendekati zina apalagi sampai melakukannya. naudzubillahi mindzalik

hehe.. kena yangtse syndrom nii hehe (piss yang ^^v)

Posted by
A Whole My World

More

Cewek Kok Nyablak?


Nyablak? Apaan tuh? Itu loh, gaya bicara yang kasar dan cenderung nggak sopan.
Nggak kenal tempat dan waktu. Cenderung nyakitin hati orang yang mendengar. Hal
sepele aja kadang dikomentarin dengan pedas. Gimana ceritanya ya kalo
praktisinya malah remaja, cewek pula! Apa kata dunia? Kan katanya masa depan
dunia ada di tangan kita. Tul kan?
Dulu nyablak tuh ada batasan tempat dan kalangan sih. Tapi belakangan ini malah
ada di mana-mana. Gampang banget kita temui cewek cablak. Terutama pas sang
cewek cablak nemuin masalah yang kadang sepele. Nggak harus kenal sih,
ciri-cirinya mudah ditangkap radar kita kok. Misalnya pas macet di angkot dia
ngomong gini: ”Duh, sial bener nih macet, mana gerah lagi!” sambil pasang
tampang jutek kayak tuan puteri minta dikipasin sama dayang-dayangnya.

Padahal ucapannya itu bisa bikin orang lain nggak enak hati loh. Mau kenal atau
nggak, serasa jadi tersangka yang bikin dia susah. Syukur-syukur nggak didengar
cewek cablak lain. Coba kalo ketemu, bisa dibales dengan kata-kata kasar juga.
Misalnya: ”Eh, emang elo aja yang gerah, gue juga panas tau, ngga usah berisik
gitu deh!” Nah, kalo udah gitu, bisa ditebak kan ujungnya? Jadi inget video
brutal Geng Nero yang pernah beredar beberapa waktu lalu itu ya. Wkwkwwk…

Masih banyak lagi tempat-tempat umum yang jadi tempat nyablak. Di kantin
sekolah, di mal, antrian di bioskop, malah ada yang dengan nyamannya pake gaya
nyablak pas jam belajar di kelas. (which is… lawan bicaranya adalah bapak-ibu
gurunya sendiri) gubrag! Nggak anggun banget cewek cablak itu…
Ditilik lebih jauh lagi, kecablakan cewek jaman sekarang nggak kenal waktu
juga. Pagi, siang, sore, malam, oke aja ngomong kasarnya (eh, pas ngimpi tetep
ngomong cablak apa nggak tuh?). Belum lagi dunia remaja cewek yang nggak jauh
dari masalah penampilan, mulai dari bentuk tubuh, gaya pakaian, make up dan
pernak-perniknya. Salah sedikit aja bisa jadi sasaran empuk si cewek cablak.
”Eh, nggak salah elo pake baju jadul gitu?” atau ” Ya ampun, ngaca dulu dong,
Bo! Elo pikir siapa elo berani beli tas merek itu!” Wah, wassalam deh ama
persahabatan dengan cewek jenis ini. Walaupun temen, tetap aja nggak enak
didengar. And you know what? Nyablak itu bisa menular ke kita kalau kita tipe
orang yang terlelu suka ngikutin arus. Lagi tren tuh. Tren yang salah dan
sedang mewabah. Waspadalah!

Kalo temen kita cewek nyablak
Nggak ada untungnya jadi cewek cablak. Perhatikan aja temen kita yang suka
nyablak. Walupun misalnya anak itu pinter secara akademis, cantik, fun abis,
tetap aja kalau nyablaknya keluar bikin kita keki. Kadang malu jalan sama dia.
Walaupun dia punya pembelaan bahwa udah jadi bawaan lahir. Dia berdalik, kita
yakin 120% bahwa nggak ada yang mau di cap sebagai cewek cablak. Baik sengaja
atau nggak. Baik cowok, apalagi cewek. Cewek gitu loh.

Cewek, adalah makhluk yang diciptakan Allah Ta’ala dengan predikat ”perhiasan
paling indah di dunia” kalau dia jadi wanita atau istri yang shalihah. Wanita
shalihah akan lebih indah dari berlian, emas permata, mutiara laut dan semua
aksesoris mahal yang ada di mal terkenal ibukota. Nggak sebanding ama tas
Hermes atau sepatu rancangan Manolo Balchnique yang disukai Madonna si Ratu
Pop, apalagi dengan baju-baju keluaran Zara. Ya, we can be more than that. Hmm…
nggak mau dong predikat itu gagal kita raih gara-gara kita punya sifat nyablak?
Iya kan, Sis?

Kalo temen kita nyablak? Heheh.. ini nih yang agak repot. Bener. Paling sulit
nasihatin teman sendiri, betul? Takut dia tersinggung lah, marah lah, atau
malah kita dipecat jadi temannya. Lebih gampang ngajakkin ke jalan kebaikan
daripada ngelarang ke jalan keburukan. Trus gimana dong?

Gampang, nih usulnya. Saat temen cewek kita itu bicara dengan cablaknya sama
kita, bilang aja ”Hei, nggak sayang ya ama aku? Kok sama temen ngomongnya gitu.
Kata Rasulullah: man laa yarhum laa yurham. Siapa yang tidak menyayangi, maka
tidak akan disayangi”. Sekilas memang lebay, tapi percaya deh, kalo udah
masalah sayang temen, semua orang juga mau dicap penyayang. Perempuan kan
makhluk penyayang…betul, betul, betul? (Upin dan Ipin mode ”on”). Nah, nanti
pelan-pelan, terapkan juga pas dia nyablak sama orang lain. InsyaAllah
kepikiran deh sama dia, bahwa mestinya nggak harus nyablak. Kalo nyablak, wajah
cantik juga jadi belel, lho!

Sebagai muslimah kita mesti tahu, Allah sayang banget sama yang namanya makhluk
perempuan. Makanya kita diperintahkan untuk jaga kehormatan kita, antara lain
menjaga aurat dan lisan kita. Ah, jadi teringat guru ngajiku ngasih penjelasan
dari sebuah hadis: ”Tidak akan Allah mendatangkan siksaan karena air mata atau
karena kesedihan hati, melainkan karena lisan…”

Rasulullah saw. Juga telah mengajarkan kepada kita melalui
sabdanya:”Sebaik-baik kalian adalah yang selalu berbuat baik terhadap
istri-istri kalian.” (HR Turmidzi)

Kemudian sabdanya yang lain adalah: “Takutlah kepada Allah dan hormatilah kaum,
wanita.” (HR Muslim).

Subhanallah betapa mulianya sebagai wanita dalam ajaran Islam. So, kalo tahu
Islam memuliakan wanita, ngapain juga wanita kudu merendahkan dirinya dengan
cara mau diatur oleh ajaran selain Islam. Ah, jangan sampe deh!
Kalo urusan ingin dihargai, dihormati, dipuji dan dimuliakan semua wanita
pengen. Itu sebabnya, jangankan muslimah, semua wanita di dunia pasti lebih
senang dikenal sebagai wanita anggun, beretika, elegan, lemah lembut, smart dan
berkelas. Sampai ada kursusnya segala kan? Dan yang pasti, sifat-sifat itu
nggak akan bisa bergandengan serasi dengan sifat nyablak. Trus, apakah hasil
akhirnya adalah kita mesti jadi lemah letoy dan nggak pernah marah? Nggak dong.
Ada saatnya kita mesti jadi cewek tegas, terutama dalam menolak kemaksiatan.
Tapi ingat, tegas nggak sama dengan galak atau malah nyablak. Kayak Rasulullah
saw. tuh, penuh kasih sayang kepada kaum muslimin, dan keras terhadap kaum
kafir (coba aja cek di al-Quran: surat Al-Fath ayat 29). Ok?
Muslimah nyablak? Nggak banget!

Karena kualitas generasi penerus umat ada di tangan kita para muslimah. Suer!
Kalau sifat nyablak nggak kita hilangkan dari sekarang, nanti jadi kebiasaan
pas dewasa nanti (baca: pas udah jadi ibu). Nah, apa bisa kita ngedidik anak
kita dengan gaya bahsa yang nggak sopan? Penggunaan bahasa sangat berpengaruh
dalam membentuk karakter anak loh. Kita senang banget kan kalau ketemu anak
kecil yang polos tapi sopan dan smart? Otomatis itu didapat dari pendidik
utamanya, yaitu ibunya, alias kita-kita nih calonnya. Apa nggak terlalu lebay
neh? Nggak. Bayangin kalau anak-anak sudah nyablak dari kecil, dewasanya kayak
apa ya? Jangan-jangan bukannya membangun peradaban manusia yang mulia kayak
yang diajarin Rasulullah saw., eh malah tua-tua doyan berantem walaupun
jabatannya terhormat. Kayak yang di tivi itu loh…awalnya kan karena nggak bisa
jaga etika berbicara. Dari sinetron juga banyak pemerannya yang ngajarin untuk
bicara memaki ortu atau teman. Masa’ kita mau niru yang begitu. Naudzubillah.

Sis, kita bisa niru Aisyah ra., misalnya. Di usia muda udah jadi periwayat
hadist, smart, bisa jaga sikap sesuai yang diajarkan Rasulullah saw. Jadi
tempat bertanya buat kaum muslim yang belum ngerti Islam sebagai prinsip hidup.
Jadi tren setter dalam bersikap gitu loh. Atau kita tiru Khadijah ra. Beliau
sangat sabar mendampingi Rasulullah saw. dalam mendakwahkan Islam. Pemboikotan,
hinaan, siksaan dalam jalan dakwah nggak pernah beliau komentari dengan
komentar yang nggak enak didengar.

Sssst…. udah dengar hadis yang satu ini? Rasulullah saw. membuat empat buah
garis seraya berkata: “Tahukan kalian apakah ini?’ Mereka berkata: ‘Allah dan
RasulNya lebih mengetahui.’ Nabi saw.. lalu bersabda: “Sesungguhnya wanita ahli
surga yang paling utama adalah Khadijah binti Khuwailid, Fathimah binti
Muhammad saw., Maryam binti ‘Imron, dan Asiyah binti Mazahi.’ (Mustadrak
al-Shahihain 2:497)

Wah, tentu saja wanita ahli surga tutur kata dan perilakunya benar dan baik
dong ya. Lha, kita? Duh, gimana ya. Kok nggak dijamin masuk surga aja tutur
kata dan perilaku kita malah nyebelin dan bikin sakit ati. Ya Allah, ampunilah
kami.

So, wrap it up!
Bungkus bu….! Mumpung masih muda, belum kiamat, ayo kita stop wabah nyablak
yang sangat tidak dianjurkan oleh syariat Islam. Sebagai muslimah yang beriman
atau yang mau berusaha jadi orang beriman, kita mesti perjelas karakter kita di
hadapan Allah Swt. So, pasti kita akan jaga sikap selayaknya orang bertakwa,
terus nurut sama Allah Swt. dan RasulNya. Selalu pakai tolak ukur Islam dalam
berpendapat dan milih sikap. Otomatis cara hidup juga sesuai Islam. Bukan
terbawa ‘wabah’ budaya yang bertentangan dengan Islam. Ayo, tentukan arah kamu
sekarang juga!
Sis, di jaman ini, remaja dan wanita dewasa ditawarkan untuk jadi pemenang
kontes kecantikan dan idola, terkenal di dunia dan jaminan masa depan cerah (di
dunia doang, tuh..), syaratnya mesti berkarakter, smart, anggun, berani umbar
aurat dan bla bla bla, itu nggak cukup. Siap terkenal dunia akhirat? Tambah
lagi syaratnya: taat syariat! Sip deh

[sumber: http://muaunj.wordpress.com/2010/07/30/cewek-kok-nyablak/#comment-59]

Posted by
A Whole My World

More

Keutamaan Bulan Muharam


Inilah Keutamaan Bulan Muharam

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Dalam kalender Hijriah terdapat empat bulan
haram, yakni Dzulqaidah, Dzulhijah, Muharam, dan Rajab. Disebut haram
karena keempat bulan itu sangat dihormati, dan umat Islam dilarang
berperang di dalamnya.

Muharam yang berarti diharamkan atau yang sangat dihormati, memang
merupakan bulan gencatan senjata atau bulan perdamaian. Hal ini
menunjukkan bahwa umat Islam di manapun harus selalu bersikap damai,
tidak boleh mengobarkan api peperangan jika tidak diperangi terlebih
dahulu.

Seyogianya, umat Islam menghormati dan memaknai Muharam dengan spirit
penuh perdamaian dan kerukunan. Sebab, Nabi Muhammad SAW pada khutbah
haji wada-yang juga di bulan haram, mewanti-wanti umatnya agar tidak
saling bermusuhan, bertindak kekerasan, atau berperang satu sama lain.

Esensi dari spirit Muharam adalah pengendalian diri demi terciptanya
kedamaian dan ketenteraman hidup, baik secara fisik, sosial, maupun
spiritual. Karena itu, di bulan Muharam Nabi Muhammad SAW menganjurkan
umatnya untuk berpuasa sunah: Asyura (puasa pada hari kesepuluh di
bulan ini).

Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda, “Puasa yang paling utama setelah
Ramadhan adalah puasa di bulan Muharam. Dan, shalat yang paling utama
setelah shalat wajib adalah shalat malam.” (HR Muslim).

Ibnu Abbas berkata, “Aku tak melihat Rasulullah SAW mengintensifkan
puasanya selain Ramadhan, kecuali puasa Asyura.” (HR Bukhari). Dalam
hadis lain yang diriwayatkan dari Abi Qatadah, Nabi SAW bersabda,
“Puasa Asyura itu dapat menghapus dosa tahun sebelumnya.” (HR Muslim).

Melalui puasa sunah itulah, umat Islam dilatih dan dibiasakan untuk
dapat menahan diri agar tidak mudah dijajah oleh hawa nafsu, termasuk
nafsu dendam dan amarah, sehingga perdamaian dan ketenteraman hidup
dapat diwujudkan dalam pluralitas berbangsa dan bernegara.

Puasa sunah di bulan Muharam agaknya juga harus menjadi momentum islah
bagi semua pihak. Agar perdamaian dan ketentramaan terwujud, Muharam
juga harus dimaknai sebagai bulan antimaksiat, yakni dengan menjauhi
larangan-larangan Allah SWT, seperti fitnah, pornoaksi, pornografi,
judi, korupsi, teror, dan narkoba.

Muharram juga penting dijadikan sebagai bulan keselamatan bersama
dengan menghindarkan diri dari kemungkinan terjadinya kecelakaan yang
dapat menyengsarakan manusia, baik di darat, laut, maupun di udara.

Red: Budi Raharjo
Rep: Oleh Muhbib Abdul Wahab

http://www.republika.co.id/berita/ensiklopedia-islam/hikmah/10/12/05/150761-inilah-keutamaan-bulan-muharam

Posted by
A Whole My World

More

Keindahan Untukmu


Kafemuslimah.com

Rabbi…
Jika cintaku Kau ciptakan untuk dia,
tabahkan hatinya,
teguhkan imannya,
sucikan cintanya,
lembutkan rindunya..


Rabbi....
Jika hatiku Kau ciptakan untuk dia,
penuhi hatinya dengan Kasih-MU
terangi langkahnya, dengan Nur-MU


bisikkan kedamaian dalam kegalauan,
temani dia dalam kesepian..

Rabbi...
kutitipkan cintaku pada-MU untuknya,
resapkan rinduku pada rindunya,
mekarkan cintaku bersama cintanya,
satukan hidupku dan hidupnya
dalam cinta-MU
sebab, sungguh aku mencintainya karena-MU...
(Dikutip dari Derap-derap Tasbih - Hadi S. Khuli)

Posted by
A Whole My World

More

Perempuan


Perempuan bukan dijadikan diatas kepala untuk disanjung dan dipuja. Perempuan juga bukan dijadikan dari alas kaki untuk dipijak-pijak sebagai alas kaki

Tetapi perempuan dijadikan dari tulang rusuk kiri lelaki, dekat dengan hati untuk disayangi, dekat dengan tangan untuk dilindungi


tulang rusuk lelaki, bengkok sifatnya. menjadi tanggung jawab laki-laki untuk meluruskannya. Adakah batang bengkok mampu menghasilkan bayangan yang lurus

Akal sehat perempuan setipis rambutnya, selalu mengikuti perasaan ketika berbicara. Hati perempuan serapuh kaca, mudah tersentuh dengan kata-kata. Nafsu perempuan setinggi gunung hanya iman yang dapat menghalangi.

Suara perempuan gemersik bak buluh perindu hingga menusuk, membelai kalbu. Bicara perempuan sehalus sutera,takkan jemu ketika mendengarnya.

Air mata perempuan mahal harganya, tanda kasih pada kekasihnya. Kasih perempuan selembut salju, mampu membuat lelaki hilang arah tuju.

Posted by
A Whole My World

More
@cindhi.nouvie | 2009. Diberdayakan oleh Blogger.

Copyright © / A Whole My World

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger