Tampilkan postingan dengan label About Telkom. Tampilkan semua postingan

Tampilkan postingan dengan label About Telkom. Tampilkan semua postingan

Learning Something About Telcom

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Ayooo Belajar tentang telekomunikasi lagi...
*langsung buka kitab telkom..*
Sedikit share tentang telekomunikasi (sebenernya, boleh copas dari sini    :D )



Apa itu Rx level
Rx level adalah tingkat kuat level penerima di MS (rentang dalam minus dB) Makin kecil nilainya, makin lemah sinyalnya.

Apa itu Rx Qual
Rx Qual adalah tingkat kualitas level penerima di ms (rentang 0-7) makin besar nilainya makin jelek kualitas sinyalnya.

Apa itu SQI 
Speech quality indeks adalah indikator kualitas suara dalam keadaan dedicated atau menelpon rentang -20 s.d 30, makin besar makin baik

Apa itu TA  
TA adalah jarak antara Ms dengan BTS rentang 0-8 makin besar nilainya makin jauh jaraknya. TA ini juga bisa menindetifikasi apakah suatu BTS itu overshoot atau tidak. 1 TA = 550 meter. Misalnya di data ada TA 12, berarti 12*550 = 6.600 meter

Apa itu Crossfeeder
Crossfeeder adalah tertukarnya pemasangan jumper+feeder antar sektor pada bts. Crossfeeder dibagi menjadi 2 macam :
  1) crossfeeder full
  2) croosfeeder partial : tertukarnya pasangan feeder misal sector 1 dengan sec 2 atau sebaliknya.

Apa itu Handover 
Handover adalah pengalihan kanal trafik secara otomatis pada ms yang sedang digunakan tanpa terjadinya pemutusan hubungan,

Apa bedanya handover pada 2G and 3G
bedanya adalah kalau 2G tipe break before make.kalau 3G tipe make before break.

Apa itu break before make
Ms akan memutuskan hubungan dengan cell lama walaupun hubungan dengan cell baru belum tercapai.
kalau make before break  : sebelum ms terhubung dan dilayani dengan cell yang baru,maka hubungan dengan cell yang lama tidak akan diputus.

Apa itu dropcall  = Dropcall adalah pembicaraan tiba tiba terputus,dropcall lebih disebabkan oleh karena lemahnya Rxlevel, Rxqual, C/I worst, TA. Bisa Juga disebabkan karena interference.

Interference dibagi menjadi 2 macam:
 Co-Channel Interference adalah interferensi yang disebabkan karena penggunaan frequensi yang sama oleh cell carrier dan juga cell yang lain dan antenanya saling berhadapan.
 Interference adjacent chanel adalah Setiap frekuensi ARFCN mempunyai bandwidth 200 kHz. Dan setiap frequency yang adjacent (berbeda 200 kHz atau 1 ARFCN) tidak diperbolehkan memiliki sinyal yang terlalu kuat juga.Meskipun berbeda frekuensi beberapa sinyal yang berhimpitan frekuensinya dapat mempengaruhi kualitas.

Co-BCCH ataupun Adjacent-BCCH antara dua site yang berdekatan dapat menimbulkan tingginya interferensi diantara kedua site tersebut. Adanya overshooting coverage juga dapat menimbulkan tingginya interferensi

Bagaimana Cara mensetting command sequence untuk
DL: Application testing - Data service - FTP - session - DL.
UL: Application testing - Data service - FTP - session - UL.


Bagaimana Cara Menampilkan cellfile pada Tems Analyze          
Menu Configuration - general - klik menu cellfile load - aktifkan use cell definition - Browse cellfile yang akan digunakan. Klik OK.

Cellfile 

adalah suatu file rujukan cell pada map yang data-datanya berisi suatu data lokasi cell dalam sebuah jaringan dan juga berisi data identitas sebuah cell.

Pada cellfile terdapat data-data longitude, latitude, azimuth dan beamwidth sebuah cell untuk dipetakan ke dalam map.
Pada cellfile juga juga terdapat data identitas cell seperti LAC, CI, MCC, MNC, BSIC dan ARFCN yang digunakan untuk memperlihatkan serving cell dan neighbouring cell.

RSCP atau Received Signal Code
Power dipergunakan untuk mengukur kuat sinyal yang diterima oleh UE (dalam satuan dBm). Analogi dengan Rx Lev pada GSM.

Ec/No
Menunjukkan kualitas sinyal yang diterima oleh UE. Ec/No adalah perbandingan antara energi setiap chip sinyal informasi terhadap sinyal interferensi atau
sinyal derau (noise) yang menyertainya. Pada intinya adalah perbandingan antara kuat sinyal yang dikehendaki terhadap kuat sinyal yang tidak dikehendaki. Skala yang digunakan pada Ec/No
adalah 0 sampai -25.


============ Drive Test ============

Event yang terjadi pada saat melakukan panggilan 
Call initiation - call attemp - call setup - call establish - call end.

Event yang terjadi pada saat IRAT
 
Compressed mode entered - handover from utran - compressed mode exited - call end - cell reselection - RRC establish.

Current Channel 
Menunjukkan informasi yang berkaitan dengan channel yang digunakan. Disini akan didapatkan informasi mengenai CGI, BSIC, BCCH ARFCN dan juga Time Slot yang dipergunakan.

CGI ( cell Global identity )  
Terdiri atas : Mcc (Mobile country code), MNC (mobile Network code),LAC (Local area Code), CI (Cell Identity).

WCDMA Serving/Active Set + Neighbors
 
Menunjukkan informasi Cell name, Scrambling Code, Cell ID, UARFCN DL, CPICH Ec/No dan CPICH RSCP untuk Active Set/Serving Cell (AS), Monitored Neighbors (MN), dan juga Detected Neighbors (DN).

WCDMA Radio Parameters 
Menunjukkan informasi kondisi radio saat ini seperti TxPower, UTRA Carrier RSSI, Target SIR, SIR, SQI MOS dan RRC State.

Events  
Menunjukkan Event-event yang terjadi saat dilakukannya drivetest. Kita bisa mentrace adanya kejadian seperti Drop Call atau Missing Intra-frequency Neighbors dengan melihat pada jendela Events ini.



Sekiaannn..
Kalo dari temen2 yang punya ilmu lebih atau ada yg kurang tepat dari postingan ini, dipersilahkan untuk dishare dimari ^^

Posted by
A Whole My World

More

Cara membuat File MapInfo dari File Excel

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِ

Udah lama ni ga ngisi blog tentang telekomunikasi..
Sekarang mau sedikit share nii tentang gimana caranya mengkonversi file excel (*.xls/*.xlsx) menjadi map info (*.tab)

MapInfo?? Mungkin untuk para engineer udh ga asing lagi sama software yang satu ini..
Software yang bisa mengubah data di excel menjadi sebuah map/peta..


MapInfo yang dipakai adalah MapInfo Professional 10.5 tapi cara ini juga bisa dipakai MapInfo dengan version yang lain.
Perbedaannya itu, kalau di MapInfo 10.5 bisa langsung mengkonversi dari file excel (*.xlsx) kalau menggunakan version di bawah 10.5 file di excel terlebih dahulu di copas ke notepad dan disave dengan format (*.txt)

Okeehh... Langkah pertama, siapkan file yang akan diubah ke dalam MapInfo.. Buka MapInfo Professional..
Open File yang telah dibuat sebelumnya di excel. Seperti yang udah aku bilang sebelumnya, untuk Map info 10.5 bisa membuka file dengan extensi .xls. Namun, hasil map infonya tidak dapat di buka pada Map Info 8.5. Untuk lebih amannya, copas hasil engineering parameter yang telah dibuat ke notepad, lalu save notepad tersebut.

Pilih filename sesuai dengan filename notepad yg sudah tersimpan sebelumnya. Lalu pilih files of type Delimited ASCII (*.txt), lalu pilih Preferred view Current Mapper. Kemudian klik open. Lalu akan muncul dialog, centang Use First Line for Column Titles.



Lalu Pilih Table -> Create Points. Lalu akan muncul dialog seperti ini..


Klik Using Symbol, pilih yang bulat, wrnanya sesuai dengan keinginan, OK. Lalu Get X Coordinate from column : Pilih Longitude, Get Y Coordinates from Column : Pilih Latitude. Lalu klik Projection, Pilih Longitude / Latitude (WGS 84) lalu klik OK.



Kalau udah semua klik OK. Kemudian Klik Tools -> Run Map Info Basic Program. Pergi ke tempat MapInfo diinstal (misalnya kalo w C:\Program Files\MapInfo\Professional\Tools) Pilih Sitesee (kalo belum punya, bisa didownload disini)

Kemudian Pilih Table -> WFI Sitesee -> Create Site Boundaries. Lalu akan muncul dialog Sitesee Isi bagian Required Site Information Fields.
Latitude : pilih Latidude
Longitude : pilih Longitude
Radius (panjang antenna tiap sector) : pilih Radius klik in km
Beamwidth (besar lengkungan sudut antenna tiap sector) : pilih Beamwidth
Orientation from column : pilih Azimuth
Lalu klik OK.(Liat gambar)


Lalu, biasanya loading agak lama. Nanti disuruh save, save dengan nama yang agak beda. Lalu Open smua file yg tadi udah dibuat (*.tab).. And tadaaa…. Voila.. Engineering Parameter versi Map Info (*.tab) jadi..


Itu masih sederhana banget, kalo mau dikasi label no site/diwarnain caranya..
Klik kanan pilih Layer Control lalu pilih file yang disave kedua, Pilih layer properties.. Nah, disini kmu bisa berekspresi (halah)..
Label Display buat nge warnain sectornya
Label Display buat nampilin nama site/site ID klik OK
Dan setelah diulik-ulik jadinya kayak gini.. (jeng jeng.. ) Tadaaa...



Gimana?? Ga susah kan make MapInfo..
Sebenernya masih banyak lagi yang lainnya.. Tapi karna w juga masi belajar, jadi nanti kalo ada ilmu lain w share lagi yaa..
Yg punya ilmu lebih lagi sok dishare dimari..


(hanyaakudaduniaku.blogspot.com)










Posted by
A Whole My World

More

Aplikasi Pengamanan LCD Projector menggunakan Infrared dan SMS Gateway

Pengalaman aq slama ngerjain TA kmaren,, butuh banyak bgt referensi, tapi pas googling, dptny cuman sdkit bgt..

di sini aq mau berbagi ke siapapun yg lagi ngerjain TA nya..
Tapi jgn ngejiplak bgt looh.. aq sii orgnya woles, ga bkal aq tuntut.. tapi, akan ada pelindung aq yang bakal nuntut klian di Daarul Jaza (negeri pembalasan) nanti, (wiihhh serem beneer.. hahaha) becanda,,

smoga bermanfaat..



Aplikasi pengamanan LCD Projector menggunakan Infrared dan sms gateway


1. Pendahuluan
a. Latar Belakang
Seiring dengan teknologi yang berkembang saat ini, pemakaian Liquid Crystal Display (LCD) Projector pada kegiatan perkuliahan sudah sangat umum dan diperlukan dalam menunjang proses belajar mengajar. Sebagai contohnya adalah di setiap ruang kelas Gedung D lantai 3 telah dipasang LCD Projector secara permanen.
Keuntungan dari pemasangan LCD Projector secara permanen adalah agar kegiatan perkuliahan tidak terganggu dengan proses peminjaman LCD Projector yang sering dilakukan sehingga, mahasiswa dan dosen dapat berkonsentrasi dalam kegiatan belajar mengajar.
Di sisi lain, pemasangan LCD Projector secara permanen mendatangkan kerugian yang salah satunya adalah sulit dalam pengontrolan dan pengawasan LCD di setiap ruang kelas. Tindak pencurian LCD Projector sangat mungkin dilakukan karena proses pengawasan secara manual tidak memungkinkan untuk melakukan pengecekan LCD Projector di tiap-tiap kelas.
Oleh karena itu, untuk memperkecil resiko kehilangan LCD Projector di setiap kelas maka, dibuatlah sebuah Sistem Deteksi Pengamanan LCD Projector pada Ruang Kelas Gedung D Lantai 3 Menggunakan Infrared dan SMS Gateway. Proses sistem pengamanan LCD Projector pada ruang kelas gedung D lantai 3 ini adalah terpusat. Dalam sentral tersebut terdapat Display LCD untuk menampilkan nomor ruangan yang terjadi pencurian, alarm sebagai penanda, dan modul gsm untuk memberikan SMS Gateway kepada nomor yang telah disimpan sebelumnya (petugas).

b. Tujuan
Tugas akhir ini bertujuan untuk :
1. Sebagai pengamanan LCD Projector yang terpusat dan dapat memantau 3 ruang kelas sekaligus.
2. Sebagai pengamanan LCD Projector secara otomatis sehingga dapat memperkecil resiko kehilangan LCD di setiap kelas.

2. Perumusan dan Metode Penyelesaian Masalah
a. Perumusan Masalah
Permasalahan yang ditangani dalam pembuatan Sistem Deteksi Pengamanan LCD Projector dengan Menggunakan Infrared dan SMS Gateway yaitu :
1. Bagaimana memberikan informasi yang akurat kepada petugas ketika terjadi tindak pencurian dengan tanda bunyi alarm dan SMS Gateway.
2. Menampilkan nomor ruangan yang telah terjadi tindak pencurian dimana nomor ruangan tersebut telah ditentukan sebelumnya serta sms yang akan dikirim kepada petugas.

b. Metode Penyelesaian Masalah
Metode yang digunakan yaitu:
1. Metode kepustakaan, yaitu mencari dan mempelajari buku – buku dan sumber informasi dari internet yang digunakan sebagai bahan referensi yang berhubungan dengan permasalahan yang dihadapi.
2. Metode percobaan, yaitu menguji peralatan yang telah dibuat dengan memadukan unsur referensi – referensi yang diperoleh dari metode kepustakaan.
3. Metode konsultasi, yaitu meminta pendapat, saran dan kritik kepada pembimbing atau orang yang berkompeten dalam pelaksanaan tugas akhir ini.

3. Tinjauan Pustaka
3.1 LCD Projector
Liquid Crystal Display (LCD) Projector adalah perangkat alat bantu yang sering digunakan untuk media presentasi, karena mampu menampilkan gambar dengan ukuran besar.

3.2 Sensor Infrared
Infra merah atau infrared adalah suatu cahaya yang tidak dapat dilihat oleh mata manusia, tapi jika dilihat dengan spektroskop cahaya atau radiasi infra merah akan tampak pada spektrum elektromagnet dengan panjang gelombang diatas gelombang cahaya merah. Media infra merah ini dapat digunakan baik untuk kontrol aplikasi atau transmisi data.
Penggunaan infra merah biasanya digunakan pada remote control televisi, VCD atau bahkan pada remote control AC. Penggunaan infra merah pada PC dan handphone digunakan sebagai media untuk mentransfer data. Pada dasarnya komponen yang menghasilkan panas juga menghasilkan radiasi infra merah termasuk tubuh manusia maupun tubuh binatang. Cahaya infra merah yang mempunyai panjang gelombang yang sangat panjang tetapi tidak dapat menembus bahan–bahan yang tidak dapat melewatkan cahaya yang nampak, artinya cahaya infra merah tetap mempunyai karakteristik seperti halnya cahaya yang dapat dilihat oleh mata manusia.
nilai masukan analognya atau sinyal yang akan diubah.

3.3 Mikrokontroler
Mikrokontroler adalah sebuah mikroprosesor yang telah dilengkapi komponen-komponen pendukung secara internal seperti : ROM, RAM, PIO, ADC/DAC, dll yang membentuk sebuah mikro komputer tunggal dan dikemas dalam satu chip IC bentuk kepadatan LSI sampai SLSI. Kelebihan utama dari Mikrokontroler ialah telah tersedianya RAM dan peralatan I/O Pendukung sehingga ukuran board mikrokontroler menjadi sangat ringkas. Diantaranya yang terkenal ialah dari Intel, Maxim, Motorolla, dan ATMEL. Beberapa seri mikrokontroler yang digunakan secara luas ialah 8031, 68HC11, 6502, 2051 dan 89S51. Mikrokontroler yang mendukung jaringan komputer seperti DS80C400 tampaknya akan menjadi primadona pada tahun-tahun mendatang.

3.4 Display LCD
Display LCD adalah sebuah alat yang berfungsi untuk menampilkan huruf, angka atau simbol-simbol tertentu. Tipe LCD yang sering digunakan adalah LCD 16 x 2 (16 kolom 2 baris) dan LCD 20 x 2 (20 kolom 2 baris). Dalam pengoperasian LCD ada tiga buah line control, yaitu line EN, line RS, dan line RW. Jika LCD diperasikan sebagai mode 4 bit, maka diperlukan 7 buah line (3 line control dan 4 data bus). Sedangkan jika dioperasikan sebagai 8 mode bit diperlukan 11 buah line (3 line control dan 8 data bus).

3.5 Alarm
Alarm secara umum dapat didefinisikan sebagai bunyi peringatan atau pemberitahuan. Dalam istilah jaringan, alarm dapat juga didefinisikan sebagai pesan berisi pemberitahuan ketika terjadi penurunan atau kegagalan dalam penyampaian sinyal komunikasi data ataupun ada peralatan yang mengalami kerusakan (penurunan kinerja). Pesan ini digunakan untuk memperingatkan operator atau administrator mengenai adanya masalah (bahaya) pada jaringan. Alarm memberikan tanda bahaya berupa sinyal, bunyi, ataupun sinar.

3.6 SMS Gateway
Salah satu mode komunikasi yang handal saat ini adalah pesan pendek short messaging system (SMS). Implikasinya, salah satu model komunikasi data yang bisa dipakai adalah SMS. Artinya, SMS tersebut harus bisa melakukan transaksi dengan database. Untuk itu perlu dibangun sebuah sistem yang disebut sebagai SMS Gateway. Pada prinsipnya, SMS Gateway adalah sebuah perangkat lunak yang menggunakan bantuan komputer dan memanfaatkan teknologi seluler yang diintegrasikan guna mendistribusikan pesan-pesan yang di-generate lewat sistem informasi melalui media SMS yang di-handle oleh jaringan seluler.

4. Alat Tugas Akhir
a. Deskripsi Alat
Nama Alat : Sistem Deteksi Pengamanan LCD Projector pada Ruang Kelas Gedung D Lantai 3 Menggunakan Infrared dan SMS Gateway
Fungsi : Sebagai pengamanan LCD Projector secara otomatis sehingga dapat memperkecil resiko kehilangan LCD di setiap kelas

b. Diagram Blok dan Cara Kerja
Berikut ini adalah gambar diagram blok dari Sistem Deteksi Pengamanan LCD Projector Menggunakan Infrared dan SMS Gateway.


Prinsip Cara kerja :
Infrared transmitter mengirimkan sensornya dan diterima oleh infrared receiver (jika tidak ada yang menghalangi). Apabila terdapat halangan di salah satu infrared transmitter tersebut, maka sensor tersebut akan bernilai “1”. Karena bentuk output yang dihasilkan dari infrared berupa gelombang analog maka, gelombang tersebut harus diubah menjadi digital dengan menggunakan ADC (Analog to Digital Converter).
Kemudian, output dari ADC akan masuk ke mikrokontroler lalu akan masuk ke penerima. Penerima ini terdiri atas, Display LCD yang berfungsi untuk menampilkan nomor ruangan yang telah ditentukan sebelumnya dari ketiga ruangan yang telah dipasangi deteksi pengamanan LCD Projector, terdapat alarm dan handphone sebagai pengirim SMS Gateway kepada petugas yang menggunakan RS 232. Pada mikrokontroler akan mengaktifkan alarm, menampilkan pada display LCD ruangan manakah yang telah terjadi pencurian dan mengaktifkan handphone. Kemudian, handphone yang telah diprogram akan mengirimkan SMS Gateway kepada petugas.
Apabila gangguan terdapat di lebih dari satu ruangan maka, display LCD akan menampilkan ketiga ruangan yang terdapat tindak pencurian atau gangguan.

Posted by
A Whole My World

More

BTS itu ...

Berhubung saya lagi Job Training di suatu perusahaan provider terkemuka di bagian BSS Outher.. saya mau berbagi tentang perangkat di bidang saya.. hehehe

BTS.. Pada tau kan yak??
ituloh, menara tinggi yang dicat merah putih yang ada hampir di semua penjuru negeri ini.. Sebenarnya apa BTS itu apa si??

Base Transceiver Station (BTS) adalah bagian dari network element GSM yang berhubungan langsung dengan Mobile Station (MS). BTS berhubungan dengan MS melalui air-interface dan berhubungan dengan BSC dengan menggunakan A-bis interface. BTS berfungsi sebagai pengirim dan penerima (transciver) sinyal komunikasi dari/ke MS serta menghubungkan MS dengan network element lain dalam jaringan GSM (BSC, MSC, SMS, IN, dsb) dengan menggunakan radio interface. Secara hirarki, BTS akan terhubung ke BSC, dalam hal ini sebuah BSC akan mengontrol kerja beberapa BTS yang berada di bawahnya. Karena fungsinya sebagai transceiver, maka bentuk pisik sebuah BTS pada umumnya berupa tower dengan dilengkapi antena sebagai transceiver, dan perangkatnya.

Sebuah BTS dapat mecover area sejauh 35 km (hal ini sesuai dengan nilai maksimum dari Timing Advance (TA)). Fungsi dasar BTS adalah sebagai Radio Resource Management, yaitu melakukan fungsi-fungsi yang terkait dengan :
meng-asign channel ke MS pada saat MS akan melakukan pembangunan hubungan.
menerima dan mengirimkan sinyal dari dan ke MS, juga mengirimkan/menerima sinyal dengan frekwensi yang berbeda-beda dengan hanya menggunakan satu antena yang sama.
mengontrol power yang di transmisikan ke MS.
Ikut mengontrol proces handover.
Frequency hopping
Gambar di bawah ini menunjukan blok diagram sebuah BTS dengan sebuah TRX.

1. Module Transmitter/Receiver : Module ini berfungsi untuk menerima dan mengirimkan signal dari/ke MS dan dari/ke BSC. Proces-proces digital sinyal processing seperti modulasi dan demodulasi juga dilakukan di modul ini.
2. Module Operation dan Maintenance (O&M) : Module ini paling tidak terdiri dari sebuah central unit yang mengatur kerja seluruh perangkat BTS. Untuk tujuan penaturan kerja ini, module ini dihubungkan dengan BSC dengan menggunakan channel O&M. Hal ini menagakibatkan module O&M dapat memproces command yang diberikan dari BSC atau dari MSC dan melaporkan hasilnya. Module O&M juga memiliki sebuah Human Machine Interface (HMI) yang memungkinkan petugas untuk melakukan maintenance dan control BTS secara lokal (tanpa melalui BSC atau MSC).
3. Module Clock : Module ini sebenarnya termasuk bagian dari module O&M. Fungsi module ini adalah sebagai module yang men-generate dan mendistribusikan clock. Walaupun lebih banyak keuntungannya bila menggunakan reference clock dari sinyal PCM pada A-bis interface, tapi penggunaan internal clock di BTS adalah sebuah keharusan (mandatory), hal ini khususnya diperlukan bila sebuah BTS harus di-restart dalam kondisi standalone (tanpa koneksi ke BSC) atau ketika terjadi link failure yang mengakibatkan clock PCM-nya tidak tersedia.
4. Filter Input & Output : Module ini terdiri dari filter input dan filter output yang fungsinya untuk membatasi bandwidth sinyal yang diterima dan ditarnsmisikan oleh BTS. Filter input pada dasarnya adalah sebuah wideband filter yang non-adjustable (tidak dapat diatur-atur). Artinya pada arah uplink (dari MS ke BTS) filter input ini akan menerima dan melewatkan semua sinyal yang berada dalam rentang frekwensi GSM, baik itu frekwensi GSM 900, DCS 1800, ataupun PCS 1900. Berbeda dengan filter output yang berkerja pada arah downlink (dari BTS ke MS). Filter output adalah sebuah filter wideband yang adjustable, dimana filter ini akan membatasi bandwidth sinyal yang ditansmisikan oleh BTS dalam rentang 200 kHz. Filter output juga dapat mengatur besar frekwensi yang akan digunakan oleh BTS untuk men-transmisikan sinyal ke MS. Perubahan besarnya frekwensi yang digunakna ini dapat dilakukan melalui module O&M.

sekian ya..(^^,)

Sumber : http://mobileindonesia.net/

Posted by
A Whole My World

More

Copyright © / A Whole My World

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger